like the flowing river

be like the flowing river.
silent in the night.
be not afraid of the dark.
if there are stars in the sky,
reflect them back.
if there are clouds in the sky,
remember, clouds, like the river, are water.
so, gladly reflect them too,
in your own tranquil depths.

~manuel bandeira

Tuesday, August 4, 2015

di bawah lampu remang



Lama Ia menunggu
Sesekali ia maju sedikit
                dengan ragu
Atau mungkin enggan adalah kata yang lebih tepat
Ia lalu kembali mundur

Segelintir manusia sudah berada di dalam
Duduk saling berjauhan
                Seorang sudah berpangku tangan
                Seorang sudah bersandar setengah sadar
                Seorang sudah menjelajah dunia lain
                Seorang sudah menjelajah alam di dalam dirinya
Tidak ada jiwa di bawah lampu remang-remang
                yang hanya menerangi ruang itu seadanya

Sang Ia pun hanya terus menoleh ke belakang
Sesekali Sang Ia hanya maju sedikit
Namun hanya harapan yang ia berikan
Satu langkah ia maju
Sepuluh kaki ia mundur
                CK!!!
                Sebuah lidah berdecak
                Hmmmmmhhhhh.....
                Sebuah nafas terhela
                Tok tok tok tok. Tok tok tok tok. Tok tok tok tok.
                Empat jemari membuat irama
                Dug dug dug dug dug. Dug dug dug dug dug.
                Sebuah kaki tidak mampu diam
Ia maju sedikit untuk menenangkan
                Si lidah
                Si nafas
                Si tangan
                Dan si kaki
Ternyata hanya harapan yang Ia berikan
Hanya tiga langkah ia maju

Kembali diam.

Sepasang mata berputar dari kiri ke atas lalu ke kanan
Sepasang tangan melipat
Sebuah dagu bertumpu di tangan
Sebuah punggung menyandar
Tetap saja di bawah lampu remang-remang itu
                tidak ada jiwa di sana

Kapan Sang Ia tidak hanya memberi harapan dan kembali diam
Kapan Sang Ia akan maju?
Kapan Sang Ia melaju?



Hanya ketika sang lidah berkata
                “Bang! Maju Bang!”
Sang tangan menepuk pundak Sang Ia berkata
                “Bang! Cepetan Bang!”
Sang kaki mendekat dan berkata
                “Bang! Gue turun nih kalo ga jalan-jalan Bang!”

Hanya ketika seluruh jiwa berkumpul
                Di bawah lampu remang-remang itu.

No comments:

Post a Comment