Langit tidak henti-hentinya bertarung
malam merebut pagi
ketika surya kembali menelan luna
merah panas membakar belum lagi habis
dingin merenggutmu
malam merebut pagi
ketika surya kembali menelan luna
merah panas membakar belum lagi habis
dingin merenggutmu
Bhuta tidak akan mati
pun surya dan bulan tak akan gencatan berebut langit
Bhuta tidak akan membalik tubuhnya
pun buah tidak akan susut menjadi biji
dan biji tidak akan memandul kembali menjadi bunga perawan
pun surya dan bulan tak akan gencatan berebut langit
Bhuta tidak akan membalik tubuhnya
pun buah tidak akan susut menjadi biji
dan biji tidak akan memandul kembali menjadi bunga perawan
Bhuta itu melilitmu demikian rupa
dibawa melesat oleh panah yang entah dimana akan menancap
tak mungkin kau melepasnya
menolak pun tak daya
menerima hanya caranya
dibawa melesat oleh panah yang entah dimana akan menancap
tak mungkin kau melepasnya
menolak pun tak daya
menerima hanya caranya
Mau di puncak Everest,
mau di dasar palung,
di jantung hutan Kalimantan,
di tengah Sahara,
di bawah es Antartika pun,
mau di dasar palung,
di jantung hutan Kalimantan,
di tengah Sahara,
di bawah es Antartika pun,
Seperti bunga-bunga di pinggir jalan
yang tidak tahu malu menebar pesonanya
tidak peduli tidak ada yang memberikan matanya
persetan dunia berlalu sepersekian detik saja di depan matanya
api matahari pun menjadi dingin dengan tekadnya
yang tidak tahu malu menebar pesonanya
tidak peduli tidak ada yang memberikan matanya
persetan dunia berlalu sepersekian detik saja di depan matanya
api matahari pun menjadi dingin dengan tekadnya
bermekarlah kamu sayang
tebarlah keindahanmu
berikan semerbakmu kepada dunia
tebarlah keindahanmu
berikan semerbakmu kepada dunia
Bukan supaya semua mata memalingkan dirinya kepadamu
tapi agar jalan menjadi gersang tanpamu
manusia tidak mengenal kata indah tanpamu
dunia menjadi busuk tanpamu
tapi agar jalan menjadi gersang tanpamu
manusia tidak mengenal kata indah tanpamu
dunia menjadi busuk tanpamu
Karena manusia tidak pernah sadar
ia akan mati tersedak tanpa udara
Kamu harus mengembang dan mekar
karena begita berharganya kamu sayang
ia akan mati tersedak tanpa udara
Kamu harus mengembang dan mekar
karena begita berharganya kamu sayang

No comments:
Post a Comment